MOUNTAIN

Menyusuri 6 Destinasi di Pulau Flores dari Timur ke Barat!

img

Flores adalah sebuah pulau yang relatif kecil, namun padat kejutan. Setiap sudut menawarkan sesuatu yang menarik, baik pemandangan alam, budaya tradisi, maupun orang-orang yang karismatik. Tak heran pamor pulau ini semakin naik, dan semakin banyak orang yang ingin mengeksplorasinya. Sebelum terlalu ramai, ada baiknya mengunjungi Pulau Flores dan menikmati alam di sana. Mari kita bergerak ke timur Flores untuk memulai perjalanan.

Larantuka

Kota Larantuka memiliki dua area. Satu area yang cukup tua, diisi oleh rumah-rumah kecil. Area lainnya lebih modern dengan pusat-pusat bisnis dan perdagangan. Sekilas, kota ini tidak berbeda dengan kota-kota di Flores pada umumnya, tapi keunikan Kota Larantuka adalah pada saat Paskah.

Setiap tahun, Larantuka merayakan Paskah dengan upacara Semana Santa, sebuah upacara tua yang dibawa Portugis. Pada saat Semana Santa, jalan-jalan dihias ribuan lilin yang membuat suasana kota menjadi syahdu. Meskipun peristiwa ini adalah kegiatan ibadah umat Katolik, pengunjung yang beragama lain tetap diterima dengan baik.

destinasi flores
Gereja tua di Larantuka

Maumere

Kota Maumere adalah kota yang menarik. Ada banyak pasar tradisional dan toko yang menjual hasil bumi dan kerajinan tangan lokal. Bergerak sedikit ke timur, kita bisa menemukan Desa Waiterang yang menjadi gerbang area bermain para penyelam. Waiterang cukup terkenal dengan muck dive atau penyelaman di atas pasir serta Pulau Pangabatan dan Pulau Babi dengan karangnya yang berwarna-warni.

Bergerak ke arah barat, kita bisa naik gunung dan melihat Kelimutu dengan kawah tiga warna. Masing-masing kawah dapat berubah warna secara tidak pasti.

Bajawa

Bajawa lebih dikenal sebagai gerbang menuju Bena, salah satu desa tradisional Flores. Kekhasan desa ini bentuk rumah dengan atap sirap trapesium tinggi dan bangunan yang terbuat dari kayu. Bentuk rumah ini tidak berubah sejak zaman dahulu dan hanya anggota keluarga yang boleh membangun atau melakukan perbaikan.

Rumah-rumah ini tersusun menjadi dua barisan yang saling berhadapan. Di antara deretan rumah tersebut terdapat beberapa susunan batu untuk ibadah dan rumah-rumahan kecil tempat penyimpanan barang pusaka. Saat bermain ke sana, kita seakan berada di masa lalu. Selain itu, masyarakat Bena juga mengolah kopi sendiri dan rasanya enak karena tidak terlalu asam. Saat minum kopi di sana, serasa minum kopi di masa lalu.

destinasi flores
Desa Bena

Riung

Di utara Pulau Flores terdapat sebuah desa yang masih sepi karena belum ramai dikunjungi turis. Meskipun begitu, Riung patut dikunjungi karena memiliki lanskap yang indah dan laut yang cantik. Di pantai utara ini terdapat beberapa pulau kecil yang terhampar, jadi dari ketinggian tertentu pemandangannya sangat menarik.

Selain itu, saat snorkeling di Pulau Tiga, kamu akan menemui hard coral atau terumbu karang keras yang sangat berwarna-warni. Tidak perlu jadi penyelam untuk melihat keindahan laut di sini, cukup bermain ke Riung, sewa kapal dan berenang dalam air laut. Tidak ketinggalan pantai pasir putih yang enak dipakai berendam sambil melihat kemegahan Pulau Flores.

destinasi flores
Berenang di Pulau Tiga

Waerebo

Desa ini sudah terkenal beberapa tahun belakangan. Waerebo menarik banyak pengunjung terutama karena ketujuh rumah tradisionalnya yang berbentuk seperti tujuh cone es krim terbalik. Tapi, untuk bisa sampai ke Desa Waerebo dan menginap di salah satu rumah unik ini, kamu harus melakukan sedikit perjuangan, yaitu menapaki jalur kecil dan menanjak sepanjang sekitar 7 km.

Karena terletak di pegunungan, perjalanan ini cukup menyita tenaga, terutama bagi yang tidak biasa naik gunung. Jangan khawatir, semuanya akan terbayar. Semua lelah hasil naik gunung akan hilang saat sampai di sana karena keindahan alam dan keramahan masyarakat lokal.

destinasi flores
Rumah tradisional Waerebo

Labuan Bajo

Kota paling barat Pulau Flores adalah Labuan Bajo. Kota ini bisa dibilang paling modern dan siap menghadapi wisatawan karena berfungsi sebagai gerbang ke Taman Nasional Pulau Komodo. Ibarat kata, area ini seperti pelabuhan seperti Kuta, Bali, zaman dulu. Belum terlalu ramai tapi cukup bisa mengakomodasi segala macam pengunjung, dari backpacker hingga traveler mewah. Berbagai macam restoran, kafe, dan bar semakin banyak bermunculan. Suasananya santai, orang-orangnya cukup ramah, dan alam yang indah hanya selemparan batu dari Labuan Bajo sampai Taman Nasional Komodo.

destinasi flores
Labuan Bajo dilihat dari Sunset Bar
destinasi flores
Bersantai di Labuan Bajo

Demikian sebagian daerah Flores jika disusuri dari timur ke barat. Perjalanan ini dapat dilakukan secara overland atau lewat darat selama sekitar 10 hari atau lebih. Semoga informasinya berguna untuk jadwal perjalanan kamu ke Flores.

Write a Comment

POPULAR STORIES

news-img

Pantai Pasir Putih di Kei Kecil yang Serasa Pantai Pribadi

Maluku terkenal dengan keindahan pantai-pantainya, apalagi yang terdapat di Pulau Kei Kecil yang belakangan ini mulai ramai dibicarakan. Bagaimana, sih, pantai di Kei Kecil?

Dec 15, 2015
news-img

5 Hal Unik yang Bisa Kamu Temukan di Dieng

Ada banyak alasan untuk melakukan perjalanan ke Dataran Tinggi Dieng, desa di dekat Kota Wonosobo. Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu temukan di sana!

Feb 09, 2016

COMMENTS