DESTINATION

Bertualang Seru di Wae Rebo

img

DintoR

Dintor adalah sebuah kampung kecil di Desa Satar Lenda, NTT, dan merupakan akses masuk menuju ke Wae Rebo. Perjalanan ke sana bisa dilakukan dari Ruteng dengan menggunakan ojek.

Untuk kamu yang akan menuju Wae Rebo, beristirahat dan menginaplah sejenak di Dintor. Di sana disediakan fasilitas menginap berupa homestay yang berada di tengah sawah. Petak sawah yang menguning menjadi halaman di depan kamar, sementara di belakang kamar dialiri oleh sungai kecil yang juga menjadi sumber air bagi penduduk.

pemandangan desa Dintor
pemandangan persawahan desa Dintor dengan latar belakang laut dan gunung

Tempat ini belum terjamah oleh listrik, pada malam hari kegelapan akan menemani. Penduduk bergantung pada generator untuk penerangan di saat malam.

Wae Rebo

wae rebo
Wae Rebo

Keunikan budaya, adat istiadat, keramahan warganya, serta kearifan lokal yang terjaga dengan baik dapat kamu temukan di Wae Rebo. Letaknya di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur dan berada di sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut.

Sebelum sampai Wae Rebo, kamu harus menempuh perjalanan sekitar 6 kilometer dari Desa Dintor ke Desa Denge dengan menggunakan motor. Perjalanan dari Denge menuju Wae Rebo, kira-kira memakan waktu selama 3 jam dengan menyusuri daerah terpencil yang dikelilingi hutan lebat yang belum terjamah, menyebrangi sungai serta melintasi bibir jurang.

perjalanan menuju Wae Rebo
perjalanan menuju Wae Rebo

Perjalanan memang sedikit melelahkan, tapi kelelahan akan terbayar lunas saat kamu menyaksikan langsung sisa arsitektur adat budaya Manggarai yang masih dipertahankan oleh penduduk Desa Wae Rebo.

Sisa arsitektur adat budaya itu bernama Mbaru Niang. Berkat jasa penduduk Wae Rebo mempertahankan Mbaru Niang, arsitektur adat budaya ini akhirnya mendapatkan penghargaan tertinggi kategori konservasi warisan budaya dari UNESCO Asia-Pasifik tahun 2012.

rumah adat Mbaru Niang sebanyak 7 buah membentuk lingkaran, menggambarkan kebersamaan penduduknya :)
rumah adat Mbaru Niang sebanyak 7 buah membentuk lingkaran, menggambarkan kebersamaan penduduknya

Tak heran penghargaan ini diberikan untuk Mbaru Niang, karena keunikan bentuk bangunannya. Bentuknya menyerupai kerucut, serta memiliki 5 lantai dengan tinggi sekitar 15 meter. Setiap lantai rumah Mbaru Niang rupanya memiliki fungsi yang berbeda-beda. Tingkat pertama disebut dengan lutur, yang digunakan untuk tempat tinggal sekaligus berkumpul bersama keluarga. Tingkat kedua berupa loteng, atau disebut lobo, berfungsi untuk menyimpan bahan makanan dan barang-barang sehari-hari. Tingkat ketiga disebut lentar, yang berfungsi untuk menyimpan benih-benih tanaman pangan, seperti benih jagung, padi, dan kacang-kacangan. Tingkat keempat disebut lempa rae, yang fungsinya untuk stok pangan apabila terjadi kekeringan atau panen gagal. Sedangkan di tingkat terakhir atau tingkat kelima disebut hekang kode untuk tempat sesajian persembahan kepada leluhur.

bekerja
aktivitas penduduk untuk mencukupi kebutuhan, hasil tenunannya ada yang dijual juga kepada pengunjung loh!

Selain menjaga kelestarian Mbaru Niang, masyarakat Wae Rebo juga menggantungkan hidupnya dari alam. Alam bagi mereka sudah menjadi sahaba, guru, dan warisan leluhur yang tetap harus dilestarikan. Tidak ada alam, tidak akan ada kehidupan masyarakat Wae Rebo.

wajah anak-anak Wae Rebo
wajah anak-anak Wae Rebo

“Neka hemong kuni agu kalo”, di sini semua berawal, dan akan terus berlanjut sebagai tanah tumpah darah warga Wae Rebo.

Ditulis oleh Bella Zoditama

Write a Comment

POPULAR STORIES

news-img

Pantai Pasir Putih di Kei Kecil yang Serasa Pantai Pribadi

Maluku terkenal dengan keindahan pantai-pantainya, apalagi yang terdapat di Pulau Kei Kecil yang belakangan ini mulai ramai dibicarakan. Bagaimana, sih, pantai di Kei Kecil?

Dec 15, 2015
news-img

5 Hal Unik yang Bisa Kamu Temukan di Dieng

Ada banyak alasan untuk melakukan perjalanan ke Dataran Tinggi Dieng, desa di dekat Kota Wonosobo. Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu temukan di sana!

Feb 09, 2016

COMMENTS