MOUNTAIN

5 Tips Menjelajahi Coban Sewu, Air Terjun Cantik di Jawa Timur

img

Jawa Timur adalah salah satu provinsi di Indonesia yang termasyhur akan keindahan air terjunnya. Banyak air terjun cantik ditemukan di sana, terutama di daerah-daerah yang memiliki pegunungan atau perbukitan seperti Malang dan sekitarnya. Sebut saja Air Terjun Madakaripura yang terletak di Probolinggo (masih termasuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) dan Air Terjun Coban Pelangi yang terletak di Malang. Dua air terjun itu bukan main indahnya.

Nah, selain itu, ada satu air terjun lagi yang sayang dilewatkan kalau kamu berkunjung ke Jawa Timur, khususnya Malang. Air Terjun ini dikenal dengan sebutan Coban Sewu/Tumpak Sewu. Coban, dalam Bahasa Jawa, artinya air terjun. Air Terjun Coban Sewu terlihat seperti tirai air, banyak air terjun kecil-kecil dari ketinggian yang kurang-lebih sama. Coban Sewu terletak di dua kabupaten, yaitu Malang dan Lumajang. Air terjun ini bisa ditempuh hanya dengan dua jam perjalanan dari pusat Kota Malang.

Mengunjungi Coban Sewu pada awalnya bisa dilakukan melalui Gua Tetes. Jarak tempuh dari Gua Tetes hingga dasar Air Terjun Coban Sewu cukup jauh, hampir 3-4 jam. Selain melalui Gua Tetes, bisa juga melalui Desa Sidorenggo. Saya sendiri pada awalnya tidak tahu, saya hanya mengikuti peta di ponsel saya, yang sudah saya arahkan ke “Coban Sewu Lumajang”. Sampailah saya di Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, gerbang masuk lainnya ke air terjun cantik ini.

coban sewu
Coban Sewu dilihat dari area parkir
Coban Sewu
Jalan setapak menuju Coban Sewu

Dari lokasi parkir, tidak terlalu jelas harus berjalan ke mana untuk ke air terjun. “Ke arah sana, ya, Mbak” seorang bapak paruh baya menunjuk jalan setapak. Sambil menelusuri jalan setapak, tidak sampai lima menit, mulai terdengar suara deras kucuran air. “Wah! Ternyata air terjunnya dekat dari parkiran!” pikir saya gembira.

Ada beberapa undakan turun dan terlihat satu warung kecil dari kejauhan. Semakin dekat dengan warung kecil itu, suara air terjun terdengar semakin jelas. Saya menengok ke kiri, dan benar saja, air terjun sudah terlihat. Coban Sewu berdiri megah dan sangat menawan. Air terjun yang terus mengalir ke bawah menggoda saya untuk melihat seperti apa dasarnya. Berusaha melongok, ternyata tidak kelihatan. “Harus turun, nih…,” gumam saya.

“Turunnya dari sini, Mbak,” seru wanita yang berjaga di warung. Saya menuju arah yang dimaksud dan terkejut. Curam! Tangga bambu, jalur yang harus dilewati menuju dasar air terjun, berdiri tegak lurus. “Super banget, nih, terjalnya!” “Pelan-pelan saja, Mbak, turunnya. Kalau hari kerja begini jarang ada pengunjung lain, jadi santai saja,” ujar penjaga warung itu lagi sambil tersenyum.

Perlahan-lahan saya menuruni tangga bambu. Tangga bambunya tidak hanya satu, tapi ada sekitar empat atau lima set. Ada satu area untuk istirahat setelah tangga bambu yang kedua. Dari area ini, bagus juga untuk mengabadikan foto Coban Sewu. Perjalanan ini tidak terlalu melelahkan, tapi cukup mendebarkan. Setelah 15-20 menit, akhirnya sampai juga di dasar jurang. Kita harus berjalan ke arah kiri dan menyeberangi sungai untuk melihat Coban Sewu lebih dekat.

Akhirnya saya bisa melihat Coban Sewu dari dasar. Semuanya sama indahnya, dari atas, dari area istirahat (di tengah ketinggian), dan juga dari bawah atau dasar air terjun. Air Terjun ini mengingatkan saya akan Air Terjun Madakaripura. Setelah puas bermain dan mengabadikan foto, saya beranjak kembali ke tangga bambu untuk pulang. Air terjun Coban Sewu benar-benar memberikan pengalaman bertualang yang seru! Air terjunnya cantik, tangga bambu untuk turun ke dasar air terjun juga sangat menantang.

Coban Sewu
Tangga menuju dasar
Coban Sewu
Dasar jurang Coban Sewu

Mulai bulan Juli 2015, berdasarkan percakapan saya dengan salah satu warga setempat yang saya temui, tangga-tangga bambu dibangun untuk mempermudah wisatawan mencapai dasar air terjun. “Ada empat atau lima orang saja, Mbak, yang bangun ini. Empat puluh hari hari baru selesai semuanya,” jelasnya. “Kalau saya, sih, biasanya 20 menit dari bawah ke atas. Kalau capek, istirahat di tengah-tengah bisa, Mbak. Harus hati-hati. Curam,” jawabnya ketika saya tanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke parkiran. Saya meringis dan bergumam dalam hati, wah, bakalan perlu 45 menitan untuk kembali ke lokasi parkir.

Berikut inin 5 tips mengunjungi Air Terjun Coban Sewu melalui desa Sidorenggo.

1. Lebih baik datang pada pagi hari dan tidak pada akhir pekan.

2. Kenakan pakaian dan alas kaki yang nyaman untuk trekking.

3. Siapkan kamera, air minum, dan camilan ringan (ada warung juga).

4. Jangan buang sampah sembarangan, ya!

5. Selalu hati-hati karena tangga-tangga bambu yang dibangun oleh penduduk itu bisa dibilang jalur yang cukup ekstrem.

Nah, bagaimana menurutmu, keren banget Coban Sewu, kan? Masih ada banyak air terjun cantik lainnya di Indonesia. Yuk, temukan mereka di www.discoveryourindonesia.com.

Write a Comment

POPULAR STORIES

news-img

Pantai Pasir Putih di Kei Kecil yang Serasa Pantai Pribadi

Maluku terkenal dengan keindahan pantai-pantainya, apalagi yang terdapat di Pulau Kei Kecil yang belakangan ini mulai ramai dibicarakan. Bagaimana, sih, pantai di Kei Kecil?

Dec 15, 2015
news-img

5 Hal Unik yang Bisa Kamu Temukan di Dieng

Ada banyak alasan untuk melakukan perjalanan ke Dataran Tinggi Dieng, desa di dekat Kota Wonosobo. Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu temukan di sana!

Feb 09, 2016

COMMENTS