DESTINATION

4 Hal Seru yang Bisa Kamu Lakukan Saat Blusukan ke Solo

img

Seperti kau di sini… Hadirkan Sriwedari… Dalam suka duniawi…

Penggalan lirik lagu Maliq & D’Essentials yang berjudul “Setapak Sriwedari” itu seolah menggambarkan Sriwedari sebagai tempat yang penuh kedamaian dan kebahagian. Tapi, di manakah Sriwedari?

Kota Surakarta, atau bekennya disebut Solo, merupakan kota klasik dengan suasana yang damai dan bersahaja. Tiap jalan memancarkan senyum dan sapa khas Tanah Jawa saat kita melewatinya. Di balik senyuman itu, juga tersimpan beragam keunikan yang terpancar di kota asal Presiden Jokowi ini. Berikut ini 4 hal seru yang bisa kamu lakukan saat blusukan di Kota Solo.

1. Keraton Hopping

Seperti Yogyakarta, Solo juga dipimpin oleh seorang Raja yang bergelar Pakubuwono, namun hanya sebagai simbol. Solo memiliki dua Keraton yang mempunyai fungsi berbeda.

Keraton Kasunanan atau Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan keraton utama sekaligus terbesar di Solo dan juga sebagai tempat tinggal utama raja Surakarta yang saat ini dipegang oleh Pakubuwono XIII. Berdiri sejak tahun 1745, keraton ini resmi menjadi kediaman Pakubuwono sejak tahun 1755, ketika Kesultanan Mataram pecah menjadi Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Warna biru laut yang mendominasi keraton ini merupakan lambang pemujaan terhadap Ratu Pantai Selatan, Kanjeng Ratu Kidul. Menurut abdi dalem yang biasa menjadi pemandu di sana, keraton ini masih lekat dengan aura mistis sehingga banyak hal yang tidak diperbolehkan, seperti bicara kasar atau mengambil pasir yang ada di halaman utama Sri Manganti. Konon, pasir ini memiliki ajian khusus untuk menangkal hal jahat atau tak kasat mata lainnya.

Terlepas dari itu, arsitektur keraton sangat unik karena memadukan arsitektur Jawa dan Eropa. Salah satu bangunan terunik adalah menara berbentuk segi delapan bernama Panggung Sangga Buwana yang berfungsi sebagai tempat bertapa raja. Selain itu, ada ornamen berupa patung malaikat pemberian dari Vatikan sebagai tanda pluralisme yang dijalankan oleh Pakubuwono X. Di sini juga tersimpan benda pusaka seperti gamelan, gong, keris, dan kereta kencana.

Keraton lain di Solo adalah Keraton Mangkunagaran yang menjadi kediaman Adipati Mangkunagara yang merupakan kerabat Kasunanan Pakubuwono. Keraton ini didirikan pada tahun 1757 dan berukuran lebih kecil dibandingkan Keraton Kasunanan. Keraton ini lebih menonjolkan corak Eropa, terlihat dari adanya perabot seperti tempat lilin atau cermin.

blusukan solo
Bernuansa biru laut
blusukan solo
Koleksi benda bersejarah di keraton
blusukan solo
Taman mungil nan asri
blusukan solo
Penjaga di keraton

2. Belajar Batik di Laweyan

Bicara Tanah Jawa tentu tak bisa dipisahkan dari kebudayaan batik, dan Solo juga memiliki motif dan warna tersendiri. Ciri khas Batik Solo adalah dominan berwarna cokelat (sogan) dan tiap motif memiliki arti filosofis masing-masing, seperti motif Sido Mukti yang melambangkan harapan keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga.

Kalau kamu penasaran dengan proses membatik atau ingin mencoba membatik, Kampung Batik Laweyan bisa jadi tempat tujuanmu. Dengan biaya tak begitu mahal, kamu bisa belajar membatik dengan menggambar berbagai pilihan motif atau bahkan logo tim sepak bola kesayanganmu.

Mula-mula kita menjiplak motif menggunakan pensil di atas selembar kain. Lalu menuju proses pencantingan memakai lilin dan pada akhirnya proses pewarnaan dengan cara mencelupkan kain ke ember berisi pewarna dan baking soda sebagai zat pengikat warna.

blusukan solo
Menggambar motif dasar
blusukan solo
Yuk, membatik!

3. Menikmati Suasana Sore di Taman Sriwedari

Nah! Ini dia tempat yang dimaksud oleh lirik di atas, yaitu taman yang menjadi tempat nongkrong favorit masyarakat Solo. Taman Sriwedari bisa dibilang merupakan taman serba guna. Kita bisa duduk-duduk, jalan-jalan, atau bahkan menurut warga sekitar, di sini adalah Pokestop favorit bagi pemain Pokemon Go. Selain itu, di sini juga terdapat gedung pertunjukan Wayang Orang Sriwedari yang pentas setiap malam.

blusukan solo
Keliling kota naik becak
blusukan solo
Main ke Taman Sriwedari
blusukan solo
Grafiti di sekitar taman

4. Wisata Kuliner

Bagi pencinta kuliner, Solo bisa dibilang merupakan surga karena memiliki makanan-makanan khas yang lezat dan ramah bagi kantong. Dari semua kuliner yang ada, ada tiga yang bisa dibilang cukup unik, yaitu Sate Buntel, Nasi Liwet, dan Selat Solo.

Sate Buntel berukuran besar dan bahan utamanya adalah daging kambing cincang yang dibungkus oleh lemak kambing dengan bumbu kecap dan merica.

Nasi Liwet bisa dibilang adalah nasi uduk versi Solo, namun dengan rasa lebih gurih. Hidangan pelengkap nasi liwet adalah telur bacem, tempe bacem, kuah santan, ayam suwir, dan sayur labu.

blusukan solo
Warung Nasi Liwet pada malam hari
blusukan solo
Selat Solo yang nikmat

Nah! Selat Solo bisa dibilang perpaduan antara cita rasa Jawa dan Eropa. Hidangan steik khas Jawa ini berupa potongan daging (dengan pilihan daging has dalam, daging giling atau galantine, atau lidah) dengan sayur-sayuran, seperti buncis, wortel, dan selada, telur, potato chips, dan mayones buatan sendiri serta disiram kuah manis yang terbuat dari campuran kecap manis dan pala. Rasanya hampir serupa semur daging.

Selat Solo konon diciptakan oleh seorang koki Belanda yang hendak mempersiapkan jamuan untuk petinggi-petinggi Belanda dan Sunan Surakarta. Agar bisa dinikmati oleh raja, daging diberikan rempah-rempah seperti pala dan kecap agar memiliki cita rasa Jawa. Kata selat merupakan adaptasi dari bahasa Belanda, slaatje, yang berarti selada atau salad.

Warung Selat Solo paling terkenal adalah Warung Selat Mbak Lies yang terletak di daerah Nonongan. Harganya untuk hidangan bistik sangat murah, dua puluh ribu saja dan sudah termasuk es teh.

Hik atau angkringan juga bisa menjadi alternatif tempat nongkrong di Solo. Ada dua tipe Hik, yaitu Hik Tradisional yang berupa warung pinggir jalan atau bakul dan Hik Modern yang berupa kafe dengan bangunan bergaya tempo dulu. Makanan yang ditawarkan adalah sego kucing dengan pilihan lauk seperti sosis, macam-macam baceman, bekicot, atau bahkan ceker ayam. Selain itu, Hik biasa menjual wedangan atau minuman hangat.

Itulah hal-hal yang bisa membuatmu betah blusukan di Solo, kira-kira kalian mau langsung blusukan enggak ke Solo? Ditunggu komentarnya di bawah.

 

Write a Comment

POPULAR STORIES

news-img

Pantai Pasir Putih di Kei Kecil yang Serasa Pantai Pribadi

Maluku terkenal dengan keindahan pantai-pantainya, apalagi yang terdapat di Pulau Kei Kecil yang belakangan ini mulai ramai dibicarakan. Bagaimana, sih, pantai di Kei Kecil?

Dec 15, 2015
news-img

5 Hal Unik yang Bisa Kamu Temukan di Dieng

Ada banyak alasan untuk melakukan perjalanan ke Dataran Tinggi Dieng, desa di dekat Kota Wonosobo. Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu temukan di sana!

Feb 09, 2016

COMMENTS