MOUNTAIN

2 Cara Menikmati Pesona Kawah Ijen, Salah Satunya Berburu Blue Fire!

img

Gunung Ijen yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso adalah salah satu bintang pariwisata Provinsi Jawa Timur. Sama halnya dengan Kawasan Wisata Gunung Bromo, Gunung Ijen hampir setiap hari ramai dikunjungi wisatawan. Selain pemandangan Ijen yang spektakuler dan realitas penambang belerang yang menarik, Ijen adalah gunung yang cukup unik. Di puncak Gunung Ijen terdapat kawah yang di dasarnya terdapat danau. Nah, bingung enggak tuh? Mending rencanakan main ke Ijen supaya bisa melihat sendiri bagaimana istimewanya Gunung Ijen ini.

Untuk bisa mengunjungi Ijen, kamu harus melakukan penerbangan ke Surabaya atau Malang dan melanjutkan perjalanan darat menuju Banyuwangi atau Bondowoso. Cara lainnya, kamu bisa naik kereta sampai Banyuwangi. Oh iya, sebetulnya Banyuwangi juga punya bandara, yaitu Bandar Udara Blimbingsari, bisa jadi pilihan untuk kamu-kamu yang tidak punya banyak waktu untuk liburan.

Setelah sampai di Banyuwangi, kamu bisa bermalam di sekitar Pelabuhan Ketapang, di pusat Kota Banyuwangi, di daerah (kecamatan) Licin, atau di Bondowoso, seperti di Sempol. Ada banyak pilihan penginapan mulai dari homestay, hotel, sampai resort. Tarifnya juga beragam, mulai dari Rp200.000-an sampai Rp2.000.000 per malam.

Saya mengunjungi Ijen dua kali dan kali ini saya mau bercerita bagaimana serunya mengunjungi Ijen dengan dua cara yang berbeda. Harus diingat, untuk mencapai Kawah Ijen yang berada di puncak Gunung Ijen, kamu harus trekking sepanjang 3 km dari Paltuding. Jadi, siapkan pakaian dan sepatu yang nyaman untuk aktivitas ini. Tidak lupa siapkan juga masker untuk jaga-jaga kalau aroma sulfurnya terlalu kuat. Yuk, sekarang kita simak 2 cara menikmati pesona Kawah Ijen.

kawah ijen
Paltuding. tempat memulai pendakian

1. Mengejar Blue Fire – Tengah Malam

Pernah dengar tentang Blue Fire atau si Api Biru di Ijen? Fenomena Api Biru yang langka ini terjadi akibat pembakaran gas belerang yang kontak dengan udara pada suhu di atas 360 derajat Celcius. Sebelum matahari terbit kita dapat melihat Api Biru ini. Oleh karena itu, jangan lupa, kamu harus berangkat dari hotelmu sekitar jam 12 malam. Oh iya, kenakan jaket karena biasanya cukup dingin dan bawa senter untuk membantu penerangan.

Waktu yang paling pas untuk melihat fenomena ini adalah jam 2 sampai jam 4 pagi. Saran saya sebaiknya tiba lebih awal, karena jalur turun dari bibir kawah ke dasar kawah lumayan sempit, pastinya sedikit repot kalau penuh dengan pengunjung lain. Pengalaman melihat si Api Biru dengan mata kepala sendiri, menari-menari di kegelapan malam, ditambah dengan asap sulfur, bintang-bintang di langit, membuat momen terasa sangat berkesan dan dramatis.

kawah ijen
Blue fire tampak dekat
kawah ijen
Pagi pun tiba

2. Berkunjung pada Pagi Hari

Tidak terbayang untuk trekking pagi-pagi buta demi melihat si Api Biru? Kamu bisa saja, kok, mengunjungi Ijen pada jam yang lebih normal. Misalnya, memulai pendakian dari Paltuding pada pukul 6 atau 7 pagi (atau sedikit lebih siang dari itu). Biasanya diperlukan waktu sekitar 1-2 jam untuk mencapai bibir Kawah Ijen. Berkunjung pada pagi hari, kamu akan bertemu para penambang belerang, kamu bisa mengobrol dengan mereka. Banyak cerita menarik yang bisa kita dapat.

Keistimewaan lainnya berkunjung pada pagi hari adalah cuacanya tidak dingin, jadi kita bisa dengan nyaman mengenakan kaus dan celana pendek untuk trekking. Pemandangan Ijen yang cantik terlihat dengan jelas saat kita mendaki ke puncak gunung dan juga saat kita turun kembali ke Paltuding. Danau yang terletak di dasar kawah juga biasanya terlihat lebih jelas. Selain itu, kamu tidak perlu begadang!

kawah ijen
Para penambang menuju kawah
kawah ijen
Pemandangan di Ijen

Pada awalnya saya tidak berniat melihat Api Biru, saya pikir berkunjung pada pagi hari sudah cukup. Malas amat berangkat tengah malam dan trekking pagi-pagi buta hanya untuk melihat si Api Biru. Tapi setelah saya mencoba mengunjungi Ijen dengan dua cara, dengan mantap saya bisa bilang bahwa mengejar Api Biru adalah favorit saya. Momen dari gelap kemudian berubah menjadi terang menyambut kedatangan matahari pagi, membuat pemandangan di Ijen jauh lebih cantik.

Bagaimana? Kamu jadi penasaran, kan, dengan Ijen? Yuk segera rencanakan liburan kamu ke Ijen. Mau tahu info tentang perjalanan lainnya di Indonesia, mari main ke www.discoveryourindonesia.com.

Write a Comment

POPULAR STORIES

news-img

Pantai Pasir Putih di Kei Kecil yang Serasa Pantai Pribadi

Maluku terkenal dengan keindahan pantai-pantainya, apalagi yang terdapat di Pulau Kei Kecil yang belakangan ini mulai ramai dibicarakan. Bagaimana, sih, pantai di Kei Kecil?

Dec 15, 2015
news-img

5 Hal Unik yang Bisa Kamu Temukan di Dieng

Ada banyak alasan untuk melakukan perjalanan ke Dataran Tinggi Dieng, desa di dekat Kota Wonosobo. Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu temukan di sana!

Feb 09, 2016

COMMENTS